MenurutBaridwan (2000), laporan laba rugi dapat disajikan dalam dua bentuk, yaitu: Single Step Model: bentuk ini tidak melakukan pengelompokan atas pendapatan dan biaya ke dalam kelompok-kelompok usaha dan di luar usaha tetapi hanya dipisahkan antara pendapatan-pendapatan dan laba dengan biaya-biaya kerugian.
Pasivasebuah perusahaan dibagi ke dalam dua kelompok yaitu - 9799710 Choanindi Choanindi 11.03.2017 Sekolah Menengah Atas terjawab โข terverifikasi oleh ahli Pasiva sebuah perusahaan dibagi ke dalam dua kelompok yaitu 2 Lihat jawaban Iklan Iklan Berdasarkan model harga kaku dapat dijelaskan hal-hal sebagai berikut, kecuali: a. perfect
Beberapacontoh aset perusahaan yaitu : kas, persediaan, surat berharga, tanah, bangunan, peralatan, dan perlengkapan. Hak atas properti biasanya dibagi menjadi dua jenis yaitu hak kreditur dan hak pemilik. Kewajiban menggambarkan hutang perusahaan terhadap hak kreditur, sedangkan hak pemilik disebut sebagai modal atau ekuitas pemilik. a.
Fast Money. Skip to content Kalkulator KeuanganKonsultasi Perencanaan KeuanganRencana PensiunRencana Dana PendidikanReview AsuransiReview InvestasiIn House TrainingEventEbookArtikelKalkulator KeuanganKonsultasi Perencanaan KeuanganRencana PensiunRencana Dana PendidikanReview AsuransiReview InvestasiIn House TrainingEventEbookArtikelKalkulator KeuanganKonsultasi Perencanaan KeuanganRencana PensiunRencana Dana PendidikanReview AsuransiReview InvestasiIn House TrainingEventEbookArtikel Home ยป Lifestyle ยป Pasiva Pengertian dan Jenis-Jenisnya Dibaca Normal 10 Menit Pasiva Pengertian dan Jenis-Jenisnya Definisi pasiva adalah suatu pengorbanan ekonomi yang dilakukan oleh suatu entitas bisnis atau perusahaan karena adanya suatu aktivitas usaha. Temukan penjelasan definisi pasiva lainnya melalui pembahasan berikut ini yang akan dipaparkan oleh Finansialku. Definisi Pasiva AdalahPengelompokan Jenis Pasiva Adalah1 Utang Jangka Pendek Current LiabilitiesGratis Download Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis2 Utang Jangka Panjang Long Term LiabilitiesBagian Terakhir dari Pasiva Definisi Pasiva Adalah Pasiva adalah suatu pengorbanan ekonomi yang dilakukan oleh suatu entitas bisnis atau perusahaan di masa yang akan datang kepada pihak ketiga karena adanya suatu aktivitas usaha. Pengelompokan Jenis Pasiva Adalah Berdasarkan jangka waktunya, pasiva dikelompokan ke dalam dua jenis, yaitu Utang Jangka Pendek Current Liabilities dan Utang Jangka Panjang Long Term Liabilities. Berikut ini penjelasan secara lengkap mengenai penjabaran dari jenis pasiva berdasarkan jangka waktunya. 1 Utang Jangka Pendek Current Liabilities Utang Jangka Pendek atau Current Liabilities adalah utang yang sebaiknya dibayarkan atau dilunasi sesegera mungkin oleh sebuah entitas bisnis atau perusahaan dimana jangka waktu pelunasannya paling lambat satu tahun pembukuan. Berikut ini jenis akun yang masuk ke dalam kategori utang jangka pendek Current Liabilities 1 Utang Dagang Account Payable Utang Dagang atau Account Payable adalah jenis Utang Jangka Pendek Current Liabilities yang muncul karena pembelian barang biasanya berupa bahan baku untuk keperluan operasional perusahaan. Utang ini dibayarkan kepada perusahaan rekanan atau biasa disebut supplier. 2 Utang Wesel Notes Payable Utang Wesel atau Notes Payable adalah jenis Utang Jangka Pendek Current Liabilities yang harus dilunasi oleh pihak perusahaan kepada pihak pemberi pinjaman dan biasanya tenggang waktunya berkisar 30, 60 hingga 90 hari. 3 Beban yang Perlu Dibayarkan Accrued Interest Payable Beban yang perlu dibayarkan atau Accrued Interest Payable adalah jenis Utang Jangka Pendek Current Liabilities yang statusnya masih belum dilunasi dalam periode akuntansi tertentu. Utang jenis ini misalnya seperti beban biaya sewa, beban gaji atau upah dan lain sebagainya. [Baca Juga Ketahui 5 Tantangan Seorang Pemimpin yang Akan Anda Hadapi dan Bagaimana Cara Menghadapinya] 4 Penghasilan yang Ditangguhkan Deferred/Unearned Revenue Deferred Revenue atau Penghasilan yang Ditangguhkan adalah penghasilan perusahaan sebagai kontraprestasi atas jasa perusahaan kepada pihak ketiga dimana sebenarnya penghasilan tersebut belum menjadi hak milik perusahaan, namun sudah diterima pembayarannya. Oleh sebab itu, hal ini disebut sebagai utang. 5 Deferred Liability atau Penghasilan yang Ditangguhkan biasa disebut juga Deferred Credit Intinya, Deferred Revenue adalah pendapatan yang diterima dimuka atas jasa yang sebenarnya belum dilakukan atau barang yang belum dikirimkan. Utang ini akan tercatat pada neraca sebagai suatu kewajiban dan bukan sebagai aset hingga jasa tersebut diberikan atau produk tersebut telah dikirimkan kepada customer yang bersangkutan. Apabila barang atau jasa sudah terkirim, maka utang itu menjadi sebuah pendapatan pada laporan laba rugi. [Baca Juga Para Pebisnis Wanita, Simak 6 Strategi Bisnis yang Akan Mendatangkan Pertumbuhan] Sebagai contoh Misalnya, Perusahaan A menyewakan salah satu aset gedungnya selama 8 bulan kepada Perusahaan B dengan uang sewa sebesar Rp400 juta pada bulan Agustus 2015 Biaya Sewa sebesar Rp50 juta per bulan. Dengan demikian, pada tanggal 31 Desember 2017 perusahaan hanya berhak atas uang sewa selama 5 lima bulan, terhitung sejak 1 Agustus 2015. Sedangkan 3 tiga bulan uang sewa yang telah diterima masih belum menjadi hak milik perusahaan. Mengapa demikian? Karena sisa uang sewa tersebut baru berlalu untuk masa 3 bulan di tahun 2016. Jadi, uang sebesar Rp150 juta 3 x Rp50 juta masih berupa utang pada saat tutup tahun 2015. Gratis Download Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis 6 Utang Gaji Salaries Payable Utang Gaji atau Salaries Payable adalah salah satu jenis Utang Jangka Pendek Current Liabilities yang merupakan kewajiban perusahaan untuk membayarkan kepada karyawan namun jumlah yang harus dibayarkan tersebut belum dibayarkan oleh pihak perusahaan. Oleh sebab itu, ini masih menjadi utang perusahaan terhadap para karyawannya. 7 Utang Dividen Dividents Payable Utang Dividen atau Dividents Payable adalah salah satu jenis Utang Jangka Pendek Current Liabilities yang merupakan bagian dari laba perusahaan yang diputuskan untuk dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen, namun dalam hal ini belum dibayarkan. 8 Utang Pajak Tax Payable Utang Pajak atau Tax Payable adalah salah satu jenis Utang Jangka Pendek Current Liabilities yang merupakan kewajiban yang harus dibayar oleh pihak perusahaan atas setiap pajak dari seluruh aset perusahaan berupa bangunan yang telah terpakai jasanya. 2 Utang Jangka Panjang Long Term Liabilities Akun yang digolongkan Utang Jangka Panjang atau Long Term Liabilities antara lain seluruh utang yang kewajiban pelunasannya dibayarkan dalam tenggang waktu yang relatif lama. Beberapa akun yang tergolong dalam Utang Jangka Panjang atau Long Term Liabilities antara lain sebagai berikut. 1 Utang Bank Bank Loan Utang Bank atau Bank Loan adalah salah satu jenis dari Utang Jangka Panjang atau Long Term yang merupakan pinjaman yang didapat oleh perusahaan dari bank tertentu sebagai modal kerja dari perusahaan yang bersangkutan. Utang Bank ini biasanya digunakan untuk hal strategis seperti ekspansi atau penggabungan sebuah entitas atau perusahaan lain. 2 Utang Hipotik Mortgages Payable Utang Hipotik atau Mortgages Payable adalah salah satu jenis dari Utang Jangka Panjang atau Long Term yang merupakan utang pinjaman sebuah perusahaan kepada sebuah bank dengan menjadikan aset tetap atau harta tetap perusahaan sebagai jaminannya. [Baca Juga Prinsip 4D dari Brian Tracy Tentang Kebebasan Keuangan] 3 Utang Obligasi Bond Payable Utang Obligasi atau Bond Payable adalah salah satu jenis dari Utang Jangka Panjang atau Long Term yang merupakan kewajiban sebuah perusahaan yang ditimbulkan akibat menerbitkan serta menjual obligasi. Yang dimaksud obligasi sendiri adalah surat berharga yang berfungsi sebagai surat bukti yang menyatakan bahwa pemegang surat obligasi meminjamkan sejumlah uang kepada sebuah entitas bisnis/perusahaan yang mengeluarkanya. Pemilik obligasi akan mendapatkan keuntungan dengan memperoleh bunga secara berkala. Pada umumnya, keuntungan ini disebut dengan istilah kupon. 4 Kredit Noveltasi Long Term Loan Kredit Noveltasi atau Long Term Loan adalah salah satu jenis dari Utang Jangka Panjang atau Long Term yang merupakan kewajiban yang diperoleh dari pihak bank atau lembaga keuangan lain berupa pinjaman jangka panjang. [Baca Juga Strategi Paling Ampuh untuk Para Pebisnis Menang Persaingan Dari Sun Tzu Art of War, Filsuf Tiongkok] 5 Utang Suberduresi Subordinated Loan Utang Suberduresi atau Subordinated Loan adalah salah satu jenis dari Utang Jangka Panjang atau Long Term yang merupakan kewajiban oleh pemegang saham perusahaan induk yang sifatnya tidak ada bunga. 6 Utang Sewa Dana Payable Lease Utang Sewa Dana atau Payable Lease adalah salah satu jenis dari Utang Jangka Panjang atau Long Term yang merupakan utang yang berasal dari perusahaan asing guna pembelian aset tetap dimana pembayaranya diangsur atau dicicil dalam rentang waktu yang cukup panjang. 7 Utang Pemegang Saham Holding Company Loan Utang Pemegang Saham atau Holding Company Loan adalah salah satu jenis dari Utang Jangka Panjang atau Long Term yang merupakan kewajiban yang diberikan perusahaan induk kepada perusahaan afiliasi atau anak perusahaan yang baru sebagai modal operasional usaha perusahaan yang dikendalikannya. Bagian Terakhir dari Pasiva Bagian terakhir dari pasiva adalah suatu modal capital. Modal atau juga capital itu diperoleh dari selisih atau nilai lebih dari total aktiva atau aset dengan kewajiban utang atau liabilities. Nilai lebih tersebut adalah hak dari pemilik perusahaan. Miliki panduan yang jelas dalam melakukan investasi dengan men-download ebook Gratis Panduan Berinvestasi bagi Pemula dari Finansialku berikut ini Panduan Berinvestasi Saham Panduan Berinvestasi Emas Panduan Berinvestasi Reksa Dana Anda dapat membagikan setiap artikel dari Finansialku kepada rekan-rekan atau kenalan Anda yang membutuhkan. Apabila Anda memiliki kesulitan dalam perencanaan keuangan, Anda dapat menghubungi Konsultan Perencana Keuangan Finansialku yang siap membantu Anda. Jika Anda memiliki saran, tanggapan atau pertanyaan, Anda dapat menuliskannya pada kolom yang telah tersedia di bawah ini. Terima kasih! Sumber Referensi Sandy Makruf. Pengertian Pasiva Akun dan Penjelasan Lengkap. โ Pendidikanku. Pengertian Aktiva Dan Pengertian Pasiva. โ Admin. 2 Februari 2015. Pengertian Pasiva dalam Akuntansi. โ Sora N. 28 Juli 2015. Pengertian Aktiva Tetap Dan Contohnya Secara Jelas. โ Binus University. Jenis-jenis Aktiva Tidak Berwujud. โ Sumber Gambar Definisi Pasiva Adalah 01 โ Definisi Pasiva Adalah 02 โ Kriswangsa Bagus Kusuma Yudha, Memiliki ketertarikan dengan kepemimpinan, pengembangan karakter, keterampilan & karier. Terbuka dengan berbagai pengetahuan, ide kreatif & input yang konstruktif. My LIFE My HIStory Related Posts Page load link Go to Top
Pasiva adalah utang yang harus diselesaikan oleh perusahaan dalam satu periode akuntansi atau satu tahun. Keputusan perusahaan berutang ini penting sebagai modal usaha yang di masa depan yang diharapkan akan menghasilkan keuntungan yang lebih adalah sejumlah dana pinjaman dari kreditur yang harus dibayar oleh perusahaan sesuai kesepakatan. Komponen yang termasuk ke dalam liabilitas atau jenis pasiva adalah seluruh utang yang sengaja dibuat dalam akuntansi perusahaan untuk meningkatkan aktivitas bisnis perusahaan. Dalam neraca akuntansi perusahaan, hadirnya total pasiva lancar adalah penunjang dalam sebuah periode akuntansi. Hasil perhitungan aktiva dan pasiva adalah kewajiban yang harus dilakukan untuk memahami kondisi keuangan perusahaan. Data ini nantinya akan menunjukkan kestabilan dan prospek jangka panjang perusahaan. Selain itu, perhitungan ini dibutuhkan sebagai data transparansi bagi para pemegang saham. Baca terus artikel ini untuk lebih mendalami pemahaman tentang pasiva! Apa Itu Pasiva Lancar? Pasiva lancar adalah utang yang harus diselesaikan oleh perusahaan dalam satu periode akuntansi atau satu tahun. Keputusan perusahaan berutang dalam bentuk pasiva adalah untuk digunakan sebagai modal usaha yang di masa depan cenderung akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar. Komponen yang termasuk kelompok pasiva adalah utang atau liabilitas. Berdasarkan jangka waktunya, kelompok pasiva ini terbagi menjadi utang jangka panjang long term liabilities dan utang jangka pendek current liabilities. Berikut adalah informasi tentang jenis pasiva. Utang Jangka Pendek Current Liabilities Utang jangka pendek dalam pasiva adalah utang harus segera dibayarkan atau dilunasi oleh suatu perusahaan. Utang ini memiliki tenggat waktu pelunasan selambat-lambatnya satu tahun periode pembukuan akuntansi. Berikut adalah komponen yang termasuk ke dalam utang jangka pendek. 1. Utang Dagang Account Payable Utang dagang dalam pasiva adalah keputusan utang untuk pembelian barang seperti bahan baku untuk kegiatan operasional perusahaan. Umumnya utang ini harus dibayarkan kepada perusahaan partner atau supplier. 2. Utang Wesel Notes Payable Utang jangka pendek wesel dalam pasiva adalah jenis utang yang dibayarkan kepada pihak pemberi dana pinjaman. Utang ini memiliki masa tenggang selama 30, 60, hingga 90 hari. 3. Beban yang Perlu Dibayarkan Accrued Interest Payable Utang ini dalam pasiva adalah jenis liabilitas yang statusnya masih belum dilunasi dalam periode akuntansi tertentu. Accrued interest payable yang merupakan termasuk pasiva adalah biaya sewa, beban gaji atau upah, dan lain sebagainya. 4. Penghasilan yang Ditangguhkan Unearned Revenue Komponen pasiva ini adalah penghasilan perusahaan atas jasanya kepada pihak ketiga. Pembayaran utang ini sudah diterima namun, penghasilan tersebut belum menjadi hak milik sepenuhnya perusahaan sehingga disebut sebagai utang. 5. Penghasilan yang Ditangguhkan Deferred Liability atau Deferred Credit Deferred Revenue adalah pendapatan yang diterima di muka atas barang atau jasa yang yang belum dikirimkan atau dikerjakan. Dalam neraca akuntansi, deferred liability adalah suatu kewajiban dan bukan sebagai aset. Jika jasa atau barang tersebut telah dikirimkan kepada konsumen, maka pasiva ini baru bisa disebut sebagai pendapatan dalam laporan laba-rugi. 6. Utang Gaji Salaries Payable Utang ini dalam pasiva adalah kewajiban perusahaan yang dibayarkan kepada karyawan namun total nominal yang wajib dibayarkan belum bisa memenuhi kewajiban tersebut. Karena itu, komponen ini masuk ke dalam utang perusahaan kepada karyawan. 7. Utang Dividen Dividends Payable Utang Dividen dalam pasiva adalah sebagian dari laba perusahaan yang telah ditentukan untuk dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen. Karena nominal ini belum dibayarkan, maka akan masuk ke dalam utang pada neraca akuntansi. 8. Utang Pajak Tax Payable Utang ini adalah kewajiban yang harus dilunasi oleh perusahaan atas perhitungan pajak dari seluruh aset perusahaan dalam bentuk bangunan yang telah digunakan. Utang Jangka Panjang Long Term Liabilities Seluruh utang yang kewajiban pelunasannya dibayarkan dalam tenggang waktu yang relatif lama adalah long term liabilities. Berikut komponen yang termasuk ke dalam jenis utang ini. 1. Utang Bank Bank Loan Utang bank dalam pasiva adalah dana pinjaman dari bank yang didapatkan oleh perusahaan sebagai modal kerja perusahaan. Umumnya, dana dari utang bank digunakan untuk aktivitas ekspansi bisnis atau penggabungan perusahaan. 2. Utang Hipotek Mortgages Payable Utang ini adalah pinjaman perusahaan dengan adanya jaminan berupa aset aktiva tetap atau harta tetap milik perusahaan. 3. Utang Obligasi Bond Payable Obligasi adalah surat utang jangka menengah panjang yang dapat dipindahtangankan. Surat obligasi adalah bukti yang menyatakan bahwa pemegang surat obligasi meminjamkan sejumlah uang kepada sebuah badan bisnis atau perusahaan yang mengeluarkannya. Jika perusahaan menerbitkan surat obligasi, maka perusahaan perlu membayar utang dan bunga dari jumlah pinjaman dana yang dikeluarkan oleh pemegang surat obligasi. 4. Kredit Noveltasi Long Term Loan Kredit noveltasi dalam pasiva adalah kewajiban perusahaan yang diperoleh dari pihak bank atau lembaga keuangan lain yang bentuknya berupa pinjaman jangka panjang. 5. Utang Berdurasi Subordinated Loan Utang ini adalah kewajiban oleh pemegang saham perusahaan induk yang sifatnya tidak ada bunga. 6. Utang Sewa Dana Payable Lease Payable lease dalam pasiva adalah utang yang berasal dari perusahaan asing guna pembelian aset tetap dimana pembayaranya pembayaranya diangsur dalam rentang waktu cukup panjang. 7. Utang Pemegang Saham Holding Company Loan Jika sebuah perusahaan memiliki perusahaan afiliasi maka utang pemegang saham adalah kewajiban yang harus dibayarkan. Utang ini wajib diberikan perusahaan induk kepada perusahaan afiliasi atau anak perusahaan yang baru untuk modal operasional usaha perusahaan. Umumnya utang ini pembayarannya diangsur dalam rentang waktu cukup panjang Fungsi Pasiva dan Aktiva Liabilities and Assets Dalam laporan keuangan perusahaan, terdapat perhitungan rasio utang pasiva terhadap aset aktiva yang akan menghasilkan angka untuk menunjukkan modal capital yang merupakan hak milik perusahaan. Singkatnya, modal atau capital diperoleh dari selisih atau perhitungan nilai lebih dari total aktiva aset dengan kewajiban utang sebuah perusahaan. Dari sebuah laporan keuangan perusahaan, utang pasiva tidak melulu memiliki artian performa buruk sebuah perusahaan. Dengan mengambil keputusan untuk berutang dengan strategis, sebuah perusahaan dapat terus mengembangkan bisnisnya dengan konsisten. Karena itu, pasiva adalah salah satu komponen paling penting yang harus dimiliki oleh sebuah perusahaan dalam neraca akuntasi. Jika dibarengi dengan pengelolaan aset aktiva dan utang pasiva yang baik, sebuah perusahaan mampu mendapatkan keuntungan maksimal bagi badan usaha itu sendiri dan juga investornya. Temukan Opsi Investasi Menjanjikan Hanya Dengan Modal 1 Juta di LandX! Yuk Download Aplikasi LandX Sekarang!!!
1. Utang lain-lain digolongkan sebagai โฆ A. Utang jangka pendek B. Utang jangka panjang C. Dianggap modal D. Pendapatan ditangguhkan 2. Apakah yang dipikirkan hewan ini ? A. Tulang B. Tikus C. Keju D. Rumah 3. Profesi Akuntan publik dapat digolongkan kedalam A. Akuntan intern B. Akuntan ekstern C. Akuntan pemerintah D. Akuntan pajak 4. Bukti transaksi penjualan atau pembelian secara kredit adalah A. Memo B. Nota kredit C. Nota debet D. Faktur 5. Perusahaan yang masuk golongan perusahaan industri ialah A. Percetakan B. Bengkel mobil C. Bioskop D. Toko yang menjual hasil pabrik 6. Pasiva sebuah perusahaan dapat dibagi ke dalam dua kelompok berikut A. Aktiva dan modal B. Piutang dan modal C. Kewajiban dan modal D. Utang dan piutang 7. Sebuah daftar yang memberikan perincian aktiva, perincian kewajiban, dan besar modal pada suatu waktu tertentu disebut A. Neraca B. Neraca bentuk skontro C. Neraca yang diklarifikasikan D. Laporan keuangan 8. Kategori aktiva lancar dapat meliputi A. Kas B. Piutang usaha C. Persediaan perlengkapan D. Benar semua 9. Kategori utang lancar dapat meliputi A. Utang usaha B. Utang hipotik C. Modal pemilik D. Benar semua 10. Yang masuk kedalam golongan rekening riil ialah A. Gaji yang masih harus dibayar B. Sewa yang dibayar di muka C. Kas D. Benar semua 11. Yang masuk kedalam golongan rekening nominal ialah A. Gaji yang dibayar dimuka B. Biaya gaji C. Gaji yang masih harus dibayar D. Salah semua 12. Dalam penyusunan neraca lajur, yang dibuat terlebih dulu adalah A. Neraca saldo B. Ayat penyusunan C. Laporan laba rugi D. Benar semua 13. Harta yang dimiliki oleh suatu perusahaan, disebut A. Aktiva B. Kewajiban C. Modal D. Hak kekayaan pemilik 14. Suatu daftar aktiva, kewajiban, dan modal suatu perusahaan pada tanggal tertentu, adalah A. Neraca B. Perhitungan laba rugi C. Laporan modal D. Laporan laba ditahan 15. Gambar di atas termasuk ke dalam aktiva A. Lancar B. Tidak lancar C. Kredit D. Debet 16. Perusahaan yang berbadan hukum di bawah ini adalah A. Perseroan firma B. Perseroan komanditer C. Perseroan terbatas D. Ketiga bentuk perusahaan tersebut diatas 17. Akuntan yang bekerja pada sebuah perusahaan disebut A. Akuntan intern B. Akuntan ekstern C. Akuntan publik D. Akuntan pendidik 18. Perusahaan yang masuk golongan perusahaan jasa ialah A. Pasar Swalayan B. Toserba C. Perusahaan Reparasi Mobil D. Pabrik minuman kaleng 19. Sistem pemberian nomor kode rekening A. Sama antara perusahaan yang satu dengan perusahaan lainnya B. Masing-masing berbeda C. Sama dengan standar yang telah ada D. Harus sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan SAK 20. Gambar diatas menunjukan contoh penulisan ? A. Laporan laba rugi B. Neraca C. Neraca lajur D. Transaksi
pasiva sebuah perusahaan dapat dibagi ke dalam dua kelompok berikut